Panduan Memilih Varian JAECOO J5 Premium
Terbit Diperbarui 6 menit baca
Ditulis oleh Mahesa Jenar, Sales Consultant JAECOO
Kalau Anda sedang membuka beberapa tab sekaligus dan membandingkan SUV listrik di kisaran tiga ratusan juta, biasanya yang bikin lama bukan harganya. Yang bikin lama adalah pertanyaan yang belum terjawab: apakah jarak tempuhnya cukup untuk rutinitas saya, dan nanti ngecas di mana. Saya sering menemani calon pembeli yang sudah hafal angka spesifikasi di luar kepala tetapi masih ragu, karena angka saja memang tidak menjawab dua pertanyaan itu.
Artikel ini saya tulis untuk menutup jarak tersebut. Setelah membacanya, Anda akan tahu apa saja yang sebenarnya perlu Anda putuskan pada JAECOO J5 Premium, bagaimana mencocokkan kemampuan mobilnya dengan rute harian Anda, apa yang perlu disiapkan di rumah sebelum unit datang, dan dalam kondisi seperti apa model JAECOO yang lain justru lebih masuk akal untuk Anda.
JAECOO J5 Premium hanya punya satu varian
Ini yang paling sering membuat lega begitu saya sampaikan di awal. JAECOO J5 Premium hadir dalam satu varian saja, tanpa tingkatan trim di bawah atau di atasnya yang perlu Anda timbang. Tidak ada paket fitur tambahan yang dijual terpisah, tidak ada pilihan baterai kecil atau besar, dan tidak ada versi penggerak empat roda. Satu spesifikasi untuk semua pembeli.
Artinya pertanyaan yang lebih tepat bukan varian mana yang saya ambil, melainkan apakah spesifikasi yang ada sudah cocok dengan kebutuhan saya. Harga OTR resmi dan rincian spesifikasinya bisa Anda lihat di halaman JAECOO J5 Premium, dan berikut tiga hal yang paling sering menentukan jawabannya.
Tenaga dan torsi untuk pemakaian harian. Motor listriknya menghasilkan 155 kW atau setara 210 PS dengan torsi 288 Nm, dan akselerasi 0 sampai 100 km per jam ditempuh dalam 7,3 detik. Angka ini menarik bukan karena kecepatannya, melainkan karena torsi listrik keluar penuh sejak awal. Di jalanan yang sering berhenti dan jalan lagi, misalnya keluar masuk gerbang tol atau menyalip di jalur dua arah, respons mobilnya terasa ringan tanpa perlu diinjak dalam. Buat pemakaian harian, ini yang paling sering dikomentari penumpang, bukan angka top speed.
Kapasitas bagasi untuk keluarga. Bagasi standarnya 480 liter dan bisa melar sampai 1.180 liter ketika kursi baris kedua dilipat, ditambah front trunk 35 liter di depan yang biasanya dipakai untuk menyimpan kabel pengisian daya supaya tidak berantakan di bagasi belakang. Untuk keluarga dengan dua anak, ini cukup untuk koper mingguan plus stroller. Pintu bagasinya juga sudah elektrik, yang terasa berguna kalau tangan Anda sering penuh saat berbelanja.
Fitur yang paling sering ditanyakan. Tiga yang hampir selalu ditanyakan di showroom adalah panoramic glass roof seluas 1,45 meter persegi dengan tirai elektrik, layar tengah 13,2 inci, dan paket bantuan berkendara yang mencakup 17 fitur ADAS termasuk adaptive cruise control serta pengereman darurat otomatis. Yang menurut saya kurang terekspos justru fitur V2L 3,3 kW, yaitu kemampuan mobil menyalurkan listrik ke perangkat luar. Buat yang suka camping atau sekadar butuh sumber listrik saat mati lampu, fitur ini sering baru terasa nilainya setelah dipakai.
Cocokkan dengan pola pemakaian harian Anda
Ini bagian yang paling menentukan, dan paling mudah dihitung sendiri. Ambil contoh rute yang sangat umum di sini, yaitu Gading Serpong ke kawasan perkantoran Jakarta seperti Sudirman atau SCBD. Sekali jalan berkisar 30 sampai 35 km, jadi pulang pergi sekitar 65 sampai 70 km sehari. Lima hari kerja berarti sekitar 350 km, belum termasuk pemakaian akhir pekan.
Angka 461 km itu standar NEDC, yang memang cenderung optimistis dibanding pemakaian nyata. Patokan yang lebih aman untuk perencanaan adalah sekitar 350 sampai 400 km dalam kondisi campuran tol dan dalam kota dengan AC menyala terus. Dengan patokan itu, pola mingguan Anda tetap masuk dengan sekali pengisian penuh, atau lebih nyaman lagi kalau diisi dua sampai tiga malam sekali di rumah tanpa pernah menyentuh angka rendah.
Rute yang perlu dihitung lebih teliti adalah perjalanan luar kota. Serpong ke Bandung, misalnya, masih aman pulang pergi dengan satu kali pengisian di tengah. Yang saya sarankan direncanakan lebih serius adalah rute panjang seperti mudik lintas provinsi, karena di situ yang menentukan bukan lagi kapasitas baterai, melainkan antrean di stasiun pengisian saat musim liburan.
Pastikan dulu tempat mengisi daya
Inilah satu satunya pekerjaan rumah yang benar benar perlu Anda selesaikan sebelum tanda tangan. Saya selalu membahas ini lebih dulu bersama calon pembeli, karena jauh lebih enak diselesaikan sebelum unit datang daripada sesudahnya.
Untuk pengisian di rumah, ada tiga hal yang perlu dipastikan. Pertama, daya listrik terpasang di rumah Anda, karena ini menentukan kecepatan pengisian yang realistis dan apakah perlu tambah daya. Kedua, posisi parkir terhadap titik listrik, karena kabel yang harus melintasi carport setiap malam cepat terasa merepotkan. Ketiga, jenis perangkat yang akan dipakai, apakah kabel portabel bawaan atau wall charger terpasang permanen. Kalau Anda tinggal di apartemen atau kluster dengan pengelola, konfirmasi izin pemasangan dan titik parkir tetap sebaiknya dilakukan di awal, karena proses ini yang biasanya paling lama.
Untuk pengisian di tempat umum, kabar baiknya jaringan di koridor Serpong, BSD, dan Jakarta sudah jauh lebih rapat dibanding dua tahun lalu, baik di pusat perbelanjaan maupun rest area tol. Yang perlu Anda cek bukan sekadar ada atau tidaknya, melainkan jenis konektornya, daya maksimal yang tersedia, dan aplikasi mana yang dipakai untuk pembayaran. Untuk J5 Premium, pengisian cepat DC sampai 130 kW membuat 30 sampai 80 persen ditempuh sekitar 28 menit, kira kira selama Anda makan siang.
Kalau Anda ingin, kirim saja lokasi rumah dan pola rute harian Anda lewat WhatsApp, nanti saya bantu hitung kebutuhan pengisian dayanya sebelum Anda memutuskan apa pun.
Belum yakin pola pemakaian Anda cocok dengan J5 Premium?Tanya lewat WhatsApp
Bagaimana dibandingkan J7 SHS dan J8 SHS ARDIS
Saya lebih suka menyampaikan ini apa adanya, termasuk ketika model lain memang lebih cocok untuk Anda.
J5 Premium paling masuk akal kalau pemakaian Anda dominan harian dengan jarak yang terukur, dan Anda punya atau bisa menyiapkan tempat mengisi daya sendiri. Di titik itu, biaya per kilometer dan kenyamanan berkendaranya sulit ditandingi dua model lain.
J7 SHS lebih masuk akal kalau perjalanan luar kota Anda sering dan tidak terjadwal, atau kalau rumah Anda belum memungkinkan pemasangan pengisian daya. Sebagai plug in hybrid, jarak tempuh gabungannya lebih dari 1.300 km, sehingga Anda bisa menikmati mode listrik untuk harian tanpa perlu memikirkan pengisian daya saat bepergian jauh.
J8 SHS ARDIS masuk akal kalau kebutuhan utama Anda adalah ruang, bukan efisiensi. Kapasitasnya 6 sampai 7 penumpang, jadi kalau rutinitas Anda sering membawa tiga generasi dalam satu mobil, dua model di bawahnya akan terasa kurang. Daftar harga seluruh model ada di halaman Harga dan Model.
Geser tabel ke samping untuk melihat kolom lainnya.
| Model | Jenis | Harga OTR | Catatan |
|---|---|---|---|
| JAECOO J5 Premium | Listrik murni | Rp 324.900.000 | Satu satunya unit yang tersedia untuk test drive |
| JAECOO J7 SHS | Plug-in hybrid | Rp 514.900.000 | Jarak tempuh gabungan lebih dari 1.300 km |
| JAECOO J8 SHS ARDIS | Plug-in hybrid | Rp 838.000.000 | Kapasitas 6 sampai 7 penumpang |
Langkah berikutnya sebelum memutuskan
Kalau sampai di sini J5 Premium terdengar masuk akal untuk Anda, urutan yang saya sarankan sederhana dan tidak perlu terburu buru.
Mulai dari mencoba unitnya lebih dulu lewat pengajuan test drive. J5 Premium adalah satu satunya unit JAECOO yang tersedia untuk dicoba saat ini, dan satu putaran singkat biasanya menjawab lebih banyak pertanyaan dibanding membaca sepuluh artikel. Bawa juga keluarga Anda kalau memungkinkan, karena penilaian mereka terhadap ruang belakang sering berbeda dengan penilaian Anda di kursi pengemudi.
Setelah itu, minta rincian OTR lengkap beserta simulasi kreditnya supaya Anda bisa melihat angka sebenarnya, bukan perkiraan. Sambil menunggu, selesaikan pengecekan listrik di rumah yang saya bahas di atas. Kalau ketiganya sudah beres dan Anda masih merasa cocok, barulah keputusan itu layak diambil.
Saya tidak akan mengejar Anda dengan telepon setiap hari. Kirim pesan kapan pun Anda siap, termasuk kalau ujungnya Anda memutuskan model lain atau menunda dulu.
Pertanyaan seputar topik ini
Apakah JAECOO J5 Premium punya varian lain?
Tidak. J5 Premium tersedia dalam satu varian dengan harga Rp 324.900.000 OTR. Yang bisa dipilih adalah warna: Forest Green, Jet Black, Pristine White, dan Ivory Gray.
Berapa jarak tempuh JAECOO J5 Premium?
Hingga 461 km berdasarkan pengukuran NEDC, dengan baterai LFP 60,9 kWh. Angka nyata di jalan bergantung pada gaya berkendara, beban, dan pemakaian pendingin kabin.
Apakah saya bisa mencobanya lebih dulu?
Bisa. J5 Premium adalah satu satunya unit JAECOO yang tersedia untuk test drive saat ini, dan jadwalnya bisa diatur di area layanan Anda.
Artikel terkait
Biaya Kepemilikan Mobil Listrik di Tangerang
Komponen biaya yang perlu dihitung sebelum membeli mobil listrik di Tangerang, mulai dari biaya energi, pajak tahunan, asuransi, sampai servis berkala.
Masih ada yang ingin ditanyakan?
Kirim pertanyaan Anda lewat WhatsApp. Mahesa jawab satu per satu, tanpa mendesak Anda memutuskan.